Ekstrak Stroberi (Fragaria x
ananassa) sebagai krim Anti
Penuaan cLUB
·
PENDAHULUAN
Penuaan adalah suatu proses biologis kompleks
sebagai hasil dari penuaan intrinsik (dari dalam tubuh seperti genetik) dan
penuaan ekstrinsik (dari lingkungan). Faktor yang paling berpengaruh pada
penuaan adalah radikal bebas karena dapat menyebabkan stres oksidatif yang
berperan penting dalam proses penuaan. Penggunaan antioksidan dari buah-buahan
salah satunya stroberi, menjadi suatu faktor penting untuk melawan penuaan
akibat radikal bebas. Antosianin di dalam stroberi memiliki efek antioksidan
paling tinggi untuk melawan radikal bebas. Antioksidan tersebut digunakan dalam
produk kosmetik untuk memaksimalkan perawatan terhadap penuaan.
Dalam memaksimalkan perawatan kulit melawan
penuaan yang disebabkan oleh radikal bebas, perlu dilakukan formulasi ekstrak
stroberi dalam sediaan krim. Sediaan krim yang diketahui dapat menyebar dengan
mudah di kulit dan dapat menghantaran zat aktif dengan baik. Formulasi sediaan
krim ditujukan agar krim dapat menyampaikan zat aktif dengan baik dan eksipien
yang berada di dalam sediaan dapat mendukung penyimpanannya.
·
ISI ATAU KAJIAN TEORI
-MORFOLOGI BUAH STROBERI-
Buah
stroberi (Fragaria x ananassa Duch.) adalah buah dengan kulit merah dengan
bintik-bintik putih di bagian kulit yang merupakan bijinya, buah ini berwarna
merah ketika sudah masak dan hijau ketika masih muda. Buah ini termasuk ke
dalam keluarga Rosaceae. Stroberi memiliki rasa daging buah asam, daging buah
lembek, biji berada di luar kulit, warna daging putih kemerahan, struktur
daging sedikit berserat (halus), ukuran buah kecil, aroma kuat merangsang (harum)
produksi buah stabil. Stroberi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Selain
itu stroberi mengandung asam folat, kalium, mangan, riboflavin, asam lemak omega-3,
vitamin K, B5, dan B6. Buah stroberi kaya akan antosianin dan elagitanin.
Antosianin pada buah stroberi mengakibatkan warna buah menjadi merah. Warna
merah ini akan melindungi struktur tubuh dari kerusakan oksigen (Harianingsih,
2010).
-Senyawa Antioksidan
Pada Buah Stroberi-
Buah stroberi memiliki kandungan yang berguna bagi
tubuh diantaranya adalah senyawa fitokimia yang merupakan golongan fenol.
Komponen yang paling banyak terdapat pada buah stroberi adalah flavonoid
(terutama antosianin), tanin (ellagitannin dan gallotannin), asam fenolat (asam
hidroksibenzoat dan hidroksinamat), dan komponen minor berupa proanthosianidin.
Antosianin,
katekin, kuarferin, kaemferol, dan asam elagik merupakan metabolit sekunder
yang ada di stroberi. Dalam 100 gram buah stroberi mengandung vitamin C sebesar
56-60 mg dan flavonoid sebesar 48-50 mg.
Stroberi mengandung antosianin sebesar 150-600 mg
dalam 1 kg buah segar. Buah stroberi memiliki warna merah disebabkan oleh
adanya pigmen alami yang kaya akan polifenol seperti antosianin. Antosianin
selain memberikan warna merah pada stroberi juga berperan sebagai antioksidan
dan senyawa ini merupakan senyawa yang paling banyak terdapat dalam buah
stroberi.
Antosianin pada buah stroberi merupakan turunan
dari pelargonidin dan sianidin. Antosianin yang paling banyak terdapat pada
stroberi adalah jenis Pg 3-glukosida. Pada setiap varietas stroberi terdapat
sekitar 25 pigmen antosianin.
-ANTIOKSIDAN-
Antioksidan
berfungsi untuk mengurangi oksidasi lemak dan minyak, mengurangi kerusakan
makanan, meningkatkan umur simpan, menstabilkan lemak dalam makanan, dan
mencegah penurunan kualitas dan nutrisi. Kerusakan dalam 10 pengolahan dan
penyimpanan makanan biasanya disebabkan oleh lipid peroksidasi.
Senyawa
Antioksidan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Senyawa yang dapat menangkal oksidan
di dalam tubuh adalah antioksidan. Antioksidan mendonorkan satu atau beberapa
elektron kepada senyawa dan menghambat aktivitasnya. Daya antioksidan
dipengaruhi oleh faktor kandungan lipid, konsentrasi antioksidan, tekanan
oksigen, suhu, dan komponen dalam bahan pangan. Proses penghambatan antioksidan
berbeda setiap jenisnya. Penghambatan tersebut tergantung dari struktur kimia
dan mekanisme masing-masing antioksidan. Reaksi utama yang penting dalam
antioksidan adalah reaksi menangkal radikal bebas.
KRIM
Krim merupakan suatu sediaan setengah padat
berupa emulsi kental mengandung air tidak kurang dari 60 %. 4 Emulsi merupakan
campuran dari fase air dan fase minyak, sehingga dibutuhkan emulgator untuk
membentuk emulsi yang baik yaitu keadaan dimana kedua fase dapat bergabung.
Tanpa adanya emulgator yang sesuai maka emulsi akan membentuk creaming,
flokulasi, koalesensi, dan inversi yang disebut sebagai fenomena
ketidakstabilan emulsi.
-KESIMPULAN DAN SARAN-
§ KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi sediaan krim ekstrak
stroberi (Fragaria x ananassa) dapat
menghasilkan krim yang memiliki stabilitas yang baik dengan komposisi ekstrak
stroberi, basis minyak dan apabila menggunakan emulgator anionik yang terdiri dari sodium oleate dan
trietanolamin yang dapat menghasilkan stabilitas dan konsistensi krim yang
baik.
§
SARAN-
Berdasarkan keterbatasan dalam penelitian ini
dapat disarankan bahwa:
a. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk
mengetahui pengaruh kombinasi jenis emulgator lain, yaitu emulgator kationik
dan emulgator amfoterik terhadap kestabilan sediaan krim.
b. Perlu adanya evaluasi tambahan untuk
sediaan krim yaitu uji viskositas dan uji pelepasan zat aktif sediaan krim.
DAFTAR PUSTAKA
Harianingsih. 2010. Pemanfaatan Limbah Cangkang Kepiting menjadi Kitosan sebagai Bahan
Pelapis (Coater) pada Buah Stroberi. Tesis
S-2. Magister Teknik Kimia Universitas Diponegoro, Semarang.
Alsayadi, M. Ms., Al Jawfi, Y., Belarbi, M.,
dan Sabri F. Z. 2013. Antioxydant Potency
of Water Kefir. Journal of Microbiology,
Biotechnology and Food Sciences
2 (6): 2444-2447.
Ayub, M., Ullah, J., Muhammad, A., dan Zeb,
A. 2010. Evaluation of Strawberry Juice Preserved with Chemical Preservaties at
Refrigeration Temperature. International
Journal of Nutrition and Metabolism 2(2): 27-32.
Hassanein, S. M. 1982. Color of Strawberry
Juice and Concentrate as Influenced by Heating and Storage Temperatures. Thesis Master of Science. Department of
Food Science and Technology Oregon State University, United States.
Irigoyen, A., Arana, I., Castiella, M.,
Torre, P., dan Ibanez, F. C. 2005. Microbiological, Physichochemical, and
Sensory Characteristics of Kefir During Storage. Food Chemistry 90: 613-620.

